Berita


Kendaraan sepeda motor merupakan kendaraan yang sangat praktis dan masih disenangi oleh banyak pengendara di Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan masih banyaknya sepeda motor yang lalu-lalang di jalan raya untuk aktifitas seperti berangkat ke kantor, pergi ke kampus, hingga jalan dengan pacar. Selain itu juga, pertumbuhan sepeda motor ini kian meningkat setiap tahunnya. Namun, bukan berarti sepeda motor bisa digunakan tanpa aturan. Ada aturan lalu lintas yang mengatur penggunaan sepeda motor, misalnya dalam penggunaan helm dan berboncengan, bahkan di kota besar seperti DKI Jakarta ada beberapa jalan yang tidak boleh dilewati oleh sepeda motor.

Jika kita lihat, di jalan raya masih banyak juga pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah ditetapkan dalam undang-undang kepolisian. Padahal, hal tersebut dapat membahayakan pengendara itu sendiri, contohnya berkendara tanpa menggunakan helm dan berboncengan lebih dari dua orang. Pihak kepolisian bahkan mengklaim bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya banyak disebabkan oleh pengendara sepeda motor.

Di bulan Februari yang erat kaitannya dengan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) ini, Team Safety Riding Wahana Makmur Sejati akan memberikan beberapa tips kepada pengendara sepeda motor tentang bagaimana berboncengan yang aman dan nyaman agar dalam perjalanan kita selamat sampai di tujuan. Tipsnya adalah sebagai berikut:

Sepeda motor adalah kendaraan yang paling tidak seimbang dan harus diseimbangkan oleh pengendaranya. Oleh sebab itu, dalam mengendarai sepeda motor harus dalam posisi berkendara yang nyaman.
Jok atau tempat duduk di sepeda motor didesain oleh pabrikan dibuat ada yang sedikit menurun di bagian depan dan sedikit naik di bagaian belakang. Artinya, sepeda motor mempunyai kapasitas penumpang hanya dua orang saja yaitu pengendara dan pembonceng.
Dalam berkendara kita tidak akan pernah tahu kapan akan terjadi kecelakaan. Maka dari itu gunakanlah perlengkapan berkendara yang aman, mulai dari kepala hingga ujung kaki yaitu helm, jaket, celana panjang, sepatu dan sarung tangan. Perlengkapan ini wajib digunakan oleh pengendara dan pembonceng karena resiko cidera fatal ketika kecelakaan dapat dikurangi dengan penggunaan perlengkapan berkendara tersebut.
Posisi duduk pembonceng disarankan mengikuti pengendara artinya tidak duduk miring, agar keseimbangan pengendara saat melakukan manufer berbelok maupun menikung tetap stabil.
Pembonceng wajib berpegangan pada pengendara.
Lutut pembonceng disarankan menempel ringan di pinggul pengendara, hal ini dilakukan agar ketika pengendara melewati jalan sempit atau diantara mobil, lutut pembonceng tetap aman dan tidak terbentur.
Biasakan fokus dan melihat kedepan saat berboncengan. Pembonceng tidak disarankan untuk tertidur atau memainkan handphone. Hal tersebut bertujuan agar ketika terjadi kecelakaan, pembonceng juga dapat mengantisipasi supaya cidera tidak terlalu fatal.
Jangan berboncengan lebih dari dua orang. Kenyamanan pengendara dalam mengoperasikan sepeda motor merupakan hal yang penting karena jika pengendara duduk terlalu ke depan akibat berboncengan lebih dari dua orang, maka akan sulit untuk melakukan manufer maupun mengoperasikan instrumen kelistrikan sepeda motor.
Semoga pengendara sepeda motor mulai saat ini memahami betul bagaimana berkendara yang aman. Kita sebagai manusia biasa tidak pernah tahu kapan musibah kecelakaan terjadi pada diri kita. Jangan sampai penyesalan datang akibat ulah kita sendiri. Ayo Indonesia Aman Berlalu Lintas.

Agus Sani

Instruktur Safety Riding
Wahana Makmur Sejati
Main Dealer Honda – DKI Jakarta Tangerang

- See more at: http://www.welovehonda.com/berboncengan-aman-dan-nyaman#sthash.Q7lBfKUU.dpuf